Rindu Candu dan Sendu
Aku hanya papan penunjuk jalan
Maka jangan salah menafsirkan
Mungkin kau kira dia singgahan
Nyatanya kau hanya disalahgunakan
Aku hanya papan penunjuk jalan
Maka jangan salah menafsirkan
Mungkin kau kira dia singgahan
Nyatanya kau hanya disalahgunakan
Aku pernah melihat bawah,
Namun tak pernah memikirkan kata menyerah.
Aku sering menoleh atas,
Tapi tak pernah mengerjakan sesuatu hingga tuntas.
Aku selalu ingin menjadi diprioritas,
Namun diri ini selalu tak pantas.
Tak ingin merasa rendah,
Tapi hati tak ingin resah.
Aku hanya sejumput rumput dikala terbit sang mentari.
Kau injak sesuka hati,
Lalu kau hancurkan tanpa arti.
Hingga aku menunduk,
Dan akhirnya terjatuh bersama rintik embun pagi.
Untukmu yang pernah dekat Kemudian jauh
Semoga teringat akan kita yang pernah tumbuh dan rubuh
Menjadi satu bagian dalam kisah peluh yang tak akan bisa lagi disentuh
Yang pernah bersama secara penuh dan utuh
Aku rindu,dan rindu itu kembali kambuh